Telapak Hawa,
Ibu di bibir, pandangan dan hati,
Kudratnya tidak memerlukan Adam,
Bersinar dengan Matahari,
Dihidupkan bumi,
Dinyanyikan ghazal redup,
Beralis udara senja,
Dalam kedamaian bejana,
Siapkan bagasi untuk penumpang,
Dalam tidur yang memawar,
Tahu rahsia biru,
Berlari ke guni Leprechaun,
Runut tersidai pantas,
Kunci dimadui kotak nafas,
Saraf menyium kelu,
Bunga mengawan seakan naga Qin,
Berita diseret kaki yang terbengkok,
Tengok buruk dihati kotor.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
4 comments:
Beyond obvious. I like your poems
zaki, udah okay?
puisi ini 5 bintang.
Salam....
Zaki... sajak2 yang menarik.cuma metafora yg tinggi tak dapat ku gapai dgn akal ku.
Alhamdulillah. Terima kasih atas sokongan dan komen saudara. Masih banyak yang perlu saya pelajari. Assalamualaikum
Post a Comment